Agustus 2, 2021

KPU Surabaya Dapati Bapaslon Pilkada Terpapar Covid-19

Surabaya (suararakyatjatim) – Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya akhirnya mengungkapkan bahwa salah satu bapaslon Pilkada 2020 terpapar positif
Covid-19 berdasarkan hasil swab test yang dilaksanakan di RSUD dr.Soetomo Surabaya, Jatim, Senin (7/9).

“Kami (KPU Surabaya) baru menerima surat hasil swab test dari RSUD Soetomo. Jika menilik surat itu, salah satu bapaslon didapati positif Covid-19,” kata anggota KPU Surabaya Soeprayitno, Rabu (9/9/2020).

Ia tidak bersedia mengungkap siapa bapaslon peserta Pilkada Surabaya yang positif Covid-19. Apakah dari bapaslon Machfud Arifin-Mujiaman (MAJU) atau Eri Cahyadi-Armuji (ERJI) .

Beberapa hari sebelumnya, bapaslon ERJI mengungkapkan bahwa hasil swab test yang mereka jalani di RSUD dr. Soetomo Surabaya dinyatakan negatif Covid-19.

Sementara bapaslon MAJU belum pernah mengungkap hasil swab test dengan alasan belum menerima hasilnya. Pasangan ini juga tidak mengikuti tahapan tes psikologi setelah swab test, karena alasan yang tidak jelas.

“Saya tidak menyebut nama. Pokoknya di antara itu,” kata Nano, sapaan akrab Soeprayitno.

Beberapa waktu lalu sebelum pencalonan, Mujiaman pernah dinyatakan positif terpapar virus corona atau COVID-19. Saat itu, Mujiaman masih berposisi sebagai Direktur PDAM Kota Surabaya dan harus menjalani perawatan serta isolasi.

Nano menjelaskan alasan KPU Surabaya baru bisa memberikan keterangan saat ini karena belum memiliki landasan kuat. “Jadi, bukannya kami tidak transparan, tetapi kami sangat hati-hati sekali dalam menyampaikan ke publik,” ujarnya.

Namun, lanjut Nano, seiring dengan surat dari RSUD dr. Soetomo Surabaya tentang hasil swab tersebut, pihaknya akan mengirim surat ke salah satu bapaslon agar melakukan isolasi mandiri terhitung sejak 7 hingga 17 September 2020.

“Isolasi mandiri tidak hanya untuk bacawali, tapi bacawawalinya juga,” katanya.

Permintaan isolasi mandiri bapaslon merupakan masukan dari pihak RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Menurut Nano, di antara tanggal 18-19 September akan dilakukan swab ulang dan jika hasilnya sudah negatif, bisa dilanjutkan pemeriksaan kesehatan bapaslon.

“Tapi, kalau hasilnya tidak sesuai harapan (positif), isolasi mandiri ditambah tiga hari lagi. Sedangkan pada tanggal 21-22 September akan dilakukan tes psikoligi dan kesehatan,” pungkasnya.(why)

© 2020 Suara Rakyat Jatim.