April 16, 2021

Politisi Senior PDIP Disia-siakan, Samuel: Perindo Buka Lebar Karpet Merah

Surabaya (suararakyatjatim) – Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana (WS) yang dipastikan tidak mendapatkan rekomendasi maju Pilkada Surabaya 2020 oleh PDI Perjuangan. Sehingga warga Surabaya beranggapan menduga tidak dipilihnya yang bersangkutan dibuang oleh partainya.

PDIP justru lebih memilih memberikan rekomendasi kepada Eri Cahyadi dan Armuji. Eri merupakan kepala Badan Perencana Kota Surabaya, yang juga sering disebut sebagai anak emas Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sementara Armuji merupakan anggota DPRD Jatim, yang merupakan kader PDIP.

Namun PDIP menginginkan Whisnu sebagai kader partai untuk tetap taat dan patuh terhadap keputusan yang diambil partai.

Melihat kondisi posisi Whisnu Sakti Buana sebagai tokoh senior politisi PDIP yang disia-siakan oleh partainya, DPD Partai Perindo Kota Surabaya membuka lebar karpet merah kepada yang bersangkutan.

“Umpama Pak Whisnu ibaratnya disia-siakan PDI Perjuangan, saya siap menerima beliau sebagai Ketua DPD Perindo Kota Surabaya dan saya menjadi wakilnya dengan senang hati,” Kata Ketua DPD Perindo Kota Surabaya Samuel Teguh Santoso sambil menunjukkan perbincangan WhatsApp selulernya bersama Whisnu di Surabaya, Selasa (17/11/2020).

Kenapa DPD Perindo Kota Surabaya menginginkan sosok Whisnu menjadi pemimpin dipartainya, Samuel menganggap yang bersangkutan adalah sosok yang sangat loyal terhadap partai.

“Sosok loyalitas kepada partainya ini turun temurun mulai dilihat dari alm Soetjipto hingga Mas Whisnu. Bahkan, orang tuanya dulu juga seperti pamannya sendiri. Jadi sebetulnya mengenal Mas Whisnu sudah sangat lama. Saya yakin Perindo akan dipegang orang yang benar jika yang bersangkutan mau bergabung,” ungkapnya.

Samuel mengungkapkan, bahwa mengingat dalam perjuangan Whisnu sebagai legeslatif hingga menjadi eksekutif tidak mudah dan perlu proses bertahap. Selama 10 tahun bersangkutan menunggu dan menantikan calon Wali Kota Surabaya sebagai kader terbaik dari PDIP yang mestinya diutamakan.

“Tapi dalam perjalanan WS (kader PDIP, red) ingin masuk bursa Pilwali Surabaya ternyata rekomnya justru jatuh pada calon bukan seoarang kader dan sangat disayangkan,” ujarnya kepada suararakyatjatim.com.

Lebih jauh, lanjut Samuel, bahwa DPD Perindo Kota Surabaya optimis berkeinginan menampung Whisnu telah berkoodinasi ke DPP Perindo dan sudah dikonsolidasikan hingga ke tingkat DPC-DPC Kota Surabaya agar akar bawah terkondisikan tetap baik dan solid.

“Saya siap mendampingi WS seiring sejalan untuk membesarkan Perindo dan memenangkan paslon nomer 2 Walikota dan Wakil Walikota MA-Mujiaman,” pungkasnya.(why)

© 2020 Suara Rakyat Jatim.