Desember 9, 2021

Polrestabes Surabaya Brantas Jaringan Sabu Malaysia

Surabaya (suararakyatjatim) – Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil ungkap hasil pengembangan kurir sabu jaringan Malaysia yang sudah ditangkap sebelumnya.

Kurir sabu yang ditangkap itu yakni, Fauzie Pantiarso alias Gundul, (43) indekos di Desa Bangah, Gedangan, Sidoarjo ini hendak mengirim sabu yang didapatnya tersebut. Sebelumnya polisi juga mengamankan kurir sabu bernama Asep Awaludin, (25) warga Cengkareng, Jakarta dengan barang bukti 10 kilogram SS.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddison Isir mengatakan, dalam peredaran sabu di kota surabaya. Anggota mengamankan dua orang kurir sabu.

Dari dua tersangka ini Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menyita 20 paket dengan bungkus teh cina warna kuning yang di dalamnya berisi sabu.

“Saat kami timbangan berat totalnya mencapai 21,4 kilogram. Kami juga amankan empat tersangka lain,” ucap Kapolrestabes saat rilis ungkap peredaran narkoba di Polrestabes Surabaya, Jumat (18/12/2020) pagi.

Dijelaskan lebih jauh, penangkapan pertama saat polisi mengintai pengiriman sabu yang dilakukan di Jakarta. Saat itu diketahui pengiriman sabu ini biasa dilakukan dengan sistem ranjau. Setelah diranjau, ada kurir yang bertugas untuk mengambil dan mengirimkan sabu tersebut.

Saat pengintaian di Jakarta, akhirnya mengamankan satu tersangka atas nama Asep. Saat keluar dari hotel, tersangka membawa koper yang berisi sabu sebanyak 10 bungkus teh cina.

Tersangka sempat melawan saat akan ditangkap, dengan sigap anggota akhirnya melumpuhkan tersangka dengan memberikan tindakan tegas terukur tembak kedua kakinya.

Setelah menangkap tersangka Asep, Polisi langsung bergerak cepat untuk menangkap tersangka Fauzie yang diketahui sebagai kurir untuk wilayah Jawa Timur. Hingga akhirnya dikejar saat berada di Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Pengejaran berakhir setelah mobil rental yang ditumpangi tersangka dihentikan paksa anggota. Tersangka sempat melawan dengan menembakkan senjata api (senpi) rakitan yang dibawanya ke anggota.

“Membahayakan anggota, akhirnya diberi tindakan tegas, terukur, dan keras. Tersangka meninggal dunia saat dalam perjalanan ke rumah sakit, ” pungkasnya.(yat/why)

 

Penulis: Agung Hidayat

Editor: Dodik Wahyu

© 2020 Suara Rakyat Jatim.