Desember 9, 2021

RS Siloam Ramah Lingkungan, Whisnu: Persetujuan dan Keselamatan Warga Paling Utama

Surabaya (suararakyatjatim) – Mendukung pertumbuhan dan kemajuan ekosistem kesehatan di Indonesia, Siloam Hospital Group (SHG) siap membuka dan mengoperasikan Rumah Sakit ke-40 di Surabaya bernama RS Siloam Cito. Rumah Sakit tersebut akan menjadi rumah sakit komprehensif bertaraf internasional dengan layanan kesehatan, peralatan, dan tenaga medis yang terbaik.

Head of Public Relations Siloam Hospitals Group Danang mengatakan, fasilitas kesehatan tersebut berada dalam kawasan mixed use City of Tomorrow (Cito), namun dengan akses, fasilitas, dan infrastruktur yang terpisah dan independen. Hal ini termasuk fisik dan sistem kelistrikan, genset, HVAC, sistem gas medis, sistem STP/IPAL. Rumah Sakit ini juga dilengkapi dengan sistem negative pressure khusus untuk penanganan pasien Covid-19 dan memiliki pintu akses tersendiri serta elevator tersendiri/terpisah. Terkait limbah pembuangan medis, limbah cair, dan TPS B3, RS Siloam Cito sudah memiliki sistem terpisah dan mengimplementasikan standar tinggi untuk operasional RS.

“Sebagai RS darurat yang menangani pandemi Covid 19, rumah sakit ini secara fisik sudah siap untuk dibuka, dan sudah siap operasional dengan 185 tempat tidur (TT) dengan jumlah ICU 15 TT”, tegas Danang, Rabu (10/2/2021).

Meskipun baru, rumah sakit darurat ini didukung sepenuhnya secara total dan intensitas oleh Siloam Hospital Group (SHG) yang sudah terbukti selama lebih dari 25 tahun dengan mengoperasikan 39 RS secara nasional. Total tenaga medis dan tenaga pendukung lainnya di jaringan SHG mencapai lebih dari 15 ribu orang.

“Dari hari pertama operasionalnya, RS ini sudah terjamin standar kualitas dan pelayanan medisnya. Juga SDM yang terjamin, tidak perlu diragukan lagi”, ucap Danang.

Secara fisik dan peralatan medis juga tidak perlu diragukan karena semua sudah terencana dan dipersiapkan dengan baik. RS Siloam tersebut, kata Danang, merupakan RS ke-40 dari SHG yang akan dibuka dan mendapatkan manfaat dari pengalaman SHG selama lebih dari 25 tahun.

“Ini bukan pertama kali RS berada di dalam mixed use. Karena di luar negeri, khususnya di kota-kota padat penduduk, hal itu lazim”, papar Danang. Di Indonesia, Siloam sudah membangunnya di Bogor, Bekasi, Jember, Yogyakarta, Medan, Palembang dan Jakarta.

Hingga saat ini, pihak Siloam masih melakukan sosialisasi mendalam dengan tenant dan penghuni apartement Cito sesuai arahan Plt walikota Surabaya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, menyebut RS Siloam belum layak untuk menjadi tempat rujukan pasien COVID-19. Sebab belum ada tembok pembatas antara RS Siloam dengan apartemen dan Mall City of Tomorrow (Cito) Surabaya.

“Saya kecewa karena harusnya ada pembatas tegas (dinding), nah tadi masih partisi. Makanya sekarang masih belum layak,” kata Whisnu usai melakukan sidak di area Mal Cito Surabaya.

Pembatas yang dimaksud adalah, pembatas antara mal dengan area rumah sakit yang terdapat di lantai dua sisi Timur mal. Tampak, pembatas masih menggunakan partisi yang sangat mudah pecah apabila tertimpa barang berat.

Tak hanya itu, persyaratan lainnya seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), akes keluar masuk yang terpisah dari akses mall dan apartemen, kemudian saluran udara khusus, serta ketersediaan ruang bertekanan negatif masih menunggu hasil asesmen dari tim teknis.

“Namun yang paling penting buat saya adalah persetujuan dari warga sekitar karena bagi saya keselamatan utama adalah yang tertinggi. Selama warga tidak setuju tidak akan kita buka,” tegas Whisnu.(why)

© 2020 Suara Rakyat Jatim.