Januari 21, 2022

Hadiri Haul, Putra Bung Tomo: Kesempatan Menggali Nilai Keimanan

Surabaya(suararakyatjatim) – Bertepatan memperingati hari Pahlawan 27 November 2021, Putra Pahlawan Nasional Bung Tomo (Sutomo), Bambang Sulistomo hadiri Majelis Dzikir Maulidurrasul Muhammad SAW dan Haul Bung Tomo di Basecamp Ngagel Jalan Ratna, Kelurahan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Sabtu (27/11/2021).

Dalam kesempatan ini, Bambang Sulistomo berpesan, di momen memperingati Hari Pahlawan merupakan satu kesempatan masyarakat menggali nilai-nilai keimanan.

“Tentunya juga mengingat nilai-nilai perjuangan dan kebangsaan yang selama ini diperjuangkan oleh para pahlawan pada pertemuan 10 November 1945 semoga di dalam acara Haul Bung Tomo kita semua mendapat manfaat,” kata Putra Pahlawan Nasional ini.

Tak lama, ia kembali bercerita saat melaksanakan dzikir bersama merasa terbayang dosa-dosanya.

“Dulu Rasul berdzikir 100 kali sehari. Saya berpikir jangan-jangan saya berdzikir sejuta kali sehari itu tidak cukup. Di majelis dzikir ini terbesit di dalam hati, sudah berapakah yang kamu perjuangkan nasib rakyatmu selama ini. Jadi saya beruntung masih diberi kesehatan dan bisa menghadiri majelis dzikir tersebut,” ungkap singkat Bambang Sulistomo.

Sementara perwakilan penyelenggara majelis dzikir dan haul Bung Tomo, Roby Hidayat menyampaikan, kegiatan majelis dzikir dan haul di Basecamp Ngagel yang ke lima rutin tahunan. Alhamdulilah, antusias warga Kelurahan Ngagel masih tinggi menghadiri majelis dzikir dan haul Bung Tomo di Basecamp Ngagel.

“Selain rokat kampung, hari pahlawan juga kirim doa orang tua, sesepuh, pinisepuh, saudara dam ahli kubur masyarakat Ngagel Surabaya,” ujarnya.

Lanjutnya, tentu kegiatan majelis dzikir selain mendoakan orang tua juga menghaul Bung Tomo di basecamp Ngagel yang ke lima.

“Jadi kita menapak tilasi semangat kobaran yang diperjuangkan Bung Tomo merebut kemerdekaan bangsa dan mudah-mudahan generasi muda di Basecamp Ngagel dan karang taruna Kecamatan Wonokromo serta jemaah majelis dzikir mempunyai semangat yang tinggi agar bisa untuk merdekakan diri sendiri,” terang dia.

Implementasi semangat kemerdekaan, menurutnya, salah satu contoh jangan berputus asa atau jangan terlena dengan kenyamanan.

“Jadi tetap harus semangat berjuang untuk tahapan taraf yang lebih baik lagi. Contohnya, dalam pekerjaan kalau bisa kita bisa berinovasi lebih sukses ke depanya,” pungkas dia.(why)

© 2020 Suara Rakyat Jatim.