Mei 18, 2022

Pemenuhan Seragam Melibatkan UMKM Masih Minim

Surabaya, suararakyatjatim.com – Jelang penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022 Pemkot Surabaya akan memenuhi kebutuhan seragam gratis bagi para siswa di Surabaya jenjang SD maupun SMP. Namun hingga kini Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan masih terus berkoordinasi untuk proses pembuatan seragam yang melibatkan UMKM Surabaya.

Disebut baru ada delapan UMKM yang dilibatkan mulai dari pembuatan seragam sekolah, seragam olahraga, sepatu, topi, badge, tas, kaos kaki, hingga ikat pinggang. Padahal jumlah siswa yang akan mendapatkan seragam maupun peralatan sekolah ada ribuan.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan Fauzie Mustaqiem Yos mengatakan pihaknya akan melibatkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam pembuatan perlengkapan sekolah siswa seperti seragam maupun sepatu. Oleh karena itu pihaknya akan melakukan pelatihan khusus seragam sekolah. Karena menurutnya butuh keahlian untuk menjahit seragam sekolah.

“Khusus seragam atau yang berhubungan dengan jahit kami lakukan pelatihan bagi MBR yang berminat dari kecamatan dan kelurahan. Jadi kita baru lakukan pendataan dan pendampingan,” kata Yos, Senin (18/4/2022).

Ia menyebut tahun ini diharapkan target UMKM bisa terpenuhi dari 8 UMKM yang sudah ada saat ini. “Ini baru dua pertinganya dari tahun 2021. Jadi tahun ini kami akan usahakan lebih banyak lagi,” tuturnya kepada suararakyatjatim.com,

Kadispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data UMKM untuk membuat ribuan seragam siswa dan peralatan sekolah lainnya. Yusuf menyebut untuk jumlah siswa SD yang mendapat bantuan seragam ada 21.873 orang. Sedangkan SMP 26.780 orang.

“Masih kami data dulu UMKMnya dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan,” kata Yusuf.

Pihaknya juga tengah menyusun formula pembagian seragam bagi kalangan MBR maupun yang non MBR agar merata. “Kita tidak bisa menjustifikasi siswa punya atau tidak punya. Dengan adanya pembagian ini diharapkan siswa bisa menggunakan seragam baru. Sudah waktunya seragam harus diganti,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah mengatakan dengan adanya jumlah UMKM tersebut akan menjadi dasar untuk menghitung PAK. “Kami ingin Dispendik dan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan segera menuntaskan pembuatan seragam yang akan dibuat oleh UMKM. Karena kami belum mengetahui secara jelas berapa UMKMnya dan lokasinya dimana saja,” ujar Khusnul.

Ia berharap kedua Instansi tersebut harus saling koordinasi dan kolaborasi untuk memastikan pendistribusian seragam tersebut. “Jadi Kamis depan akan kami panggil lagi kedua dinas tersebut dengan catatan membawa data yang jelas,” pungkasnya.(why)

© 2020 Suara Rakyat Jatim.