Mei 17, 2022

Buntut Insiden Seluncur Air Kenpark Rusak, Komisi D DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola

Surabaya, suararakyatjatim.com – Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mengunjungi korban rusaknya wahana seluncur air Kenjeran Park (Kenpark) Surabaya yang dirawat di RSUD dr M Soewandhie, Sabtu (7/5/2022). Tampak Khusnul bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyemangati para korban dan keluarga yang menunggui.

“Yang sabar ya, Nak. Insya Allah segera sehat lagi. Pasti tim dokter bekerja cepat dan tepat. Semangat ya,” ujar politisi PDI Perjuangan itu kepada salah seorang anak yang menjadi korban.

Berdasarkan data Pemkot Surabaya, total ada 16 orang yang menjadi korban rusaknya wahana seluncur air Kenpark Surabaya. Sebanyak 8 orang dirawat di RSU Dr Soetomo, dan 8 orang dirawat di RSUD dr M Soewandhie.

“Dari 8 orang yang dirawat di RSUD Soewandhie, tiga orang mengalami patah tulang sehingga harus mendapatkan perawatan intensif, satu orang mengalami pusing kepala, dua orang mendapatkan perawatan ringan namun harus tetap rawat inap, dan dua orang lagi sekarang diperbolehkan pulang,” ujar Khusnul yang sampai malam tetap membersamai keluarga korban.

Khusnul memastikan akan terus mengawal fase pemulihan para korban. Termasuk dari sisi psikisnya.

“Saya juga meminta Pemkot Surabaya untuk memberikan trauma healing kepada korban. Pendampingan ini sangat penting agar tidak menimbulkan trauma dimasa mendatang kepada para korban,” kata wakil rakyat tiga periode tersebut.

Khusnul juga meminta kepada pengelola Kenpark untuk memberikan santunan kepada seluruh korban. “Kami juga akan memanggil pengelola destinasi wisata tersebut. Kita ingin memastikan manajemen keselamatan menjadi perhatian pengelola destinasi di seluruh Surabaya,” ujarnya.

Belajar dari kejadian ini, lanjut Khusnul, Pemkot Surabaya bersama para pengelola destinasi wisata di seluruh Kota Pahlawan harus terus melakukan pemantauan secara rutin.

“Setelah dua tahun lebih masyarakat dihadapkan dengan pandemi Covid-19, sekarang setelah ada kelonggaran masyarakat banyak yang ingin berwisata. Untuk itu, seluruh pengelola wisata juga harus meningkatkan keamanannya. Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali,” tandasnya.

Setibanya di IGD RSUD Dr Soewandhie, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyampaikan akan mengevaluasi besar-besaran kepada pengelola Waterpark Surabaya terkait insiden ambrolnya wahana seluncuran air pada siang tadi, Sabtu 7 Mei 2022.

“Sebetulnya tempat wisata harus selalu melaporkan setiap kesiapan dan kelayakan secara berkala. Jadi harus selalu ada laporannya,” kata Eri saat dijumpai menjenguk korban.

Selain itu, lanjut Eri pihaknya juga akan melalukan evaluasi ke setiap tempat wisata lain yang menyangkut adanya wahana dan peralatan hiburan.

“Setiap wahana miliki swasta memang sudah memiliki izin. Namun harus ada pengecekan operasional wahana secara berkala,” ujar dia.

Eri Cahyadi juga menyampaikan kepada dokter yang menangani pasien untuk memantau dan memberikan perawatan secara maksimal agar segera pulih. Ia juga menyampaikan kepada pihak manajemen Kenjeran Park untuk bertanggung jawab memberikan bantuan pengobatan hingga kondisi pasien kembali pulih normal.

“Kami juga minta kepada manajemen untuk bertanggung jawab penuh dan saya juga minta agar mengecek kembali wahananya, yang sekarang masih dalam penyelidikan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi.(why)

© 2020 Suara Rakyat Jatim.