Juni 23, 2021

Pembelajaran Tatap Muka SMA/SMK Dibuka, Wahid Wahyudi: Surabaya dan Sidoarjo Belum Bisa

Surabaya (suararakyatjatim) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur Wahid Wahyudi memastikan, perluasan pembelajaran tatap muka di sekolah belum termasuk di Surabaya dan Sidoarjo.

Menurut Wahid, dua daerah itu masih berstatus zona merah sesuai peta kerawanan Covid-19 dari Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat.

“Sekolah yang ingin membuka belajar tatap muka harus dapat rekomendasi dari gugus tugas Covid-19 kabupaten/kota. Dan untuk zona merah tidak. Surabaya dan Sidoarjo belum,” katanya, Minggu (6/9/2020).

Sebagaimana diketahui, sejak 31 Agustus 2020 Pemprov Jatim memperluas uji coba pembelajaran tatap muka dari sebelumnya hanya satu SMA, SMK, dan SLB setiap daerah.

Hasil evaluasi pembelajaran tatap muka tahap pertama yang berlangsung sejak 18-30 Agustus kemarin dia klaim sudah berjalan baik. Berbagai pihak termasuk guru dan orang tua mendukung uji coba ini.

“Tadinya masing-masing kabupaten/kota itu hanya satu SMA, SMK, dan SLB. Mulai 31 Agustus 2020 jumlah SMK-nya ditambah jadi masing-masing kabupaten/kota 25 persen (dari total jumlah sekolah),” tegasnya.

Wahid tidak menyebutkan jumlah sekolah yang sudah membuka proses belajar mengajar tatap muka. Ia hanya menegaskan, untuk tahap kedua uji coba pembelajaran tatap muka ini yang diperbanyak baru jenjang SMK.

Kalau di salah satu kabupaten/kota total jumlah SMK ada tujuh sekolah, yang boleh membuka pembelajaran tatap muka hanya dua sekolah saja. “SMA masih belum. Bertahap,” ucap Wahid kepada suararakyatjatim.com

Seiring uji coba pembelajaran tatap muka ini, Wahid memastikan bahwa Pemprov Jatim juga menggelar rapid tes massal untuk guru dan tenaga pendidikan, baik SMA/SMK/SLB di Jatim.

Dia memaparkan, sudah ada 10 ribu guru dan tenaga pendidikan yang mengikuti rapid tes tahap pertama. Selanjutnya menyusul 10 ribu orang lagi pada tahap kedua.

“Dinas Kesehatan yang lebih paham data secara detail, karena Dinkes yang menggelar rapid test untuk guru dan tenaga pendidikan ini,” pungkasnya.(di/why)

Editor: Dodik Wahyu

© 2020 Suara Rakyat Jatim.