November 28, 2021

APBD Rp 10,3 T Disahkan, Ketua DPRD Surabaya: Bangkitkan Optimisme Kerakyatan

Surabaya(suararakyatjatim) – DPRD Kota Surabaya menggelar rapat paripurna dengan agenda pengesahan APBD Surabaya tahun 2022. Setelah didahului dengan sambutan sejumlah perwakilan Fraksi, akhirnya DPRD dan Pemkot Surabaya sepakat untuk melaksanakan pengesahannya.

Rapat paripurna dihadiri langsung oleh Wali Kota Eri Cahyadi berserta seluruh jajarannya, demikian juga dengan DPRD, meski sebagian anggota dewan mengikuti acara secara virtual. Namun saat dilakukan prosesi pengesahan, seluruh anggaota dewan tampak merapat untuk menyaksikan.

Adi Sutarwijono Ketua DPRD Surabaya mengaku bersyukur karena tahapan pembahasan RAPBD tahun 2022 telah berjalan sesuai jadwal yang ditentukan oleh Badan Musyawarah, bahkan lebih cepat.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Wali Kota atas terselesaikannya pembahasan APBD tahun 2022. Ini tidak terlepas dari sikap yang sama-sama saling menghormati, kami DPRD juga bersikap kritis kepada pemkot, namun pemkot juga membuka diri terhadap kritik dan masukan dari kami,” Ucap Adi di depan sejumlah awak media, Rabu (10/11/2021).

Menurut Cak Awi-sapaan akrab Adi Sutarwijono, ada beberapa poin penting di pembahasan APBD yang akhir disepakati bersama, namun yang paling menonjol adalah soal kenaikan honor modin, bea siswa untuk siswa SMA dan SMK dan pembelian seragam untuk siswa SD dan SMP.

“Ini memang hasil reses kami. Di lapangan banyak modin yang mengeluhkan. Yang lain naik kenapa honor modin nggak naik, dan itu akhirnya disepakati,” jelasnya.

Terkait bea siswa bagi siswa SMA dan SMK, Awi yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surabaya ini mengatakan, jika hal tersebut telah menjadi ide DPRD Kota Surabaya sejak lama.

“Kemudian soal pembelian seragam gratis untuk siswa SD dan SMP sebanyak 46 ribu, itupun hasil temuan kami dan pemkot di lapangan,” tandasnya.

Cak Awi juga menyampaikan jika ada beberapa hal yang menjadi konsen bersama antara eksekutif dan legislatif, yang itu bisa bertemu di satu titik saat melakukan pembahasan bersama di dalam pembahasan APBD ini.

Soal Rapat Paripurna harus digelar pada Rabu, 10 November 2021? Cak Awi menjelaskan jika pihaknya sejak lama merencakan agar APBD tahun 2022 disahkan di Hari Pahlawan. “Dan bersama Wali Kota kami sepakat pada Rabu, 10 Nopember 2021 dengan pakaian ala perjuangan,” jelasnya.

Memang ada yang mengusulkan agak mundur, kata Awi, tetapi pihaknya berusaha untuk mempercepat dan menepati jadwal waktu yang sudah ditetapkan oleh Badan Musyawarah. “Saya bersyukur akhirnya jadwal yang ditetapkan Banmus bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya kepada suararakyatjatim.com.

Menjawab pertanyaan awak media soal berapa jumlah anggaran dan kapan bea siswa bisa di realisasikan, dengan tegas Awi mengatakan jika nilai yang disepakati sekira Rp 47 Miliar. Menurut dia, bea siswa itu hajatnya ada dua, yakni membantu SPP dan pengadaan seragam.

Apakah bisa dilaksanakan mulai bulan Januari 2022?, “Mestinya begitu, jadi karena ditetapkan pada 10 Novemper 2021, yang jauh dari akhir tahun, maka APBD ini diharapkan akan berlaku efektif pada 2 Januari 2022,” jawabnya.

Diakhir paparannya, Awi mengatakan jika pengesahan APBD tahun 2022 yang nilainya sekira 10,3 Triliun ini sekaligus mengirimkan pesan yang sangat jelas, soal kekompakan antara Pemkot Surabaya dengan DPRD Kota Surabaya.

“Yang mudah-mudahan bisa membangkitkan optimisme seluruh masyarakat Kota Surabaya, setelah Surabaya berada di level 1,” pungkasnya.(Adv/why)

© 2020 Suara Rakyat Jatim.