suararakyatjatim.com – Malam Selasa, 10 Februari, Surabaya kehilangan salah satu putra terbaiknya. Dominicus Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Surabaya, mengembuskan napas terakhir pada pukul 20.36 WIB di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, setelah berjuang melawan kanker hati yang dideritanya. Kepergian sosok yang akrab disapa Awi ini meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan kolega politik, tetapi juga bagi banyak warga kota yang pernah disentuh dedikasinya.
Kabar wafatnya Adi dibenarkan oleh rekan separtainya di PDI Perjuangan, Deni Wicaksono, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur sekaligus Wakil Ketua DPRD Jatim. Dengan suara penuh kehilangan, Deni menyampaikan doa dan harapan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Telah berpulang ke haribaan Tuhan Yang Maha Esa saudara kita Ketua DPRD Surabaya Mas Adi Sutarwijono. Semoga almarhum mendapatkan tempat yang mulia di sisi Tuhan YME, dan mohon dibukakan pintu maaf dari teman-teman sekalian,” ujarnya.
Jenazah almarhum rencananya akan diberangkatkan dari Jakarta menuju Surabaya untuk disemayamkan di Grand Heaven Surabaya, tempat keluarga, sahabat, dan masyarakat memberikan penghormatan terakhir.
Adi lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968, dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang guru sekolah dasar, sebuah latar yang membentuk karakter Adi sebagai pribadi yang membumi, tekun, dan menghargai proses. Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Airlangga Surabaya, tempat ia meraih gelar Sarjana Ilmu Politik.
Sebelum dikenal sebagai politisi, Adi adalah wartawan. Ia pernah menapaki dunia jurnalistik di Harian Surya, Majalah Tempo, hingga menjadi Pemimpin Redaksi Beritajatim.com. Dunia redaksi menempa cara berpikirnya kritis, lugas, dan dekat dengan realitas masyarakat. Jejak itulah yang kemudian ia bawa saat memasuki dunia politik.
Karier politik Adi dimulai sebagai anggota DPRD Surabaya melalui mekanisme PAW pada 2012. Kepercayaan publik terus mengalir, mengantarkannya duduk di kursi legislatif pada periode 2014–2019, hingga akhirnya dipercaya sebagai Ketua DPRD Surabaya untuk dua periode berturut-turut, 2019–2024 dan 2024–2029. Sebuah amanah besar yang ia jalani hingga akhir hayatnya.
Di internal partai, Adi pernah menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya periode 2019–2025. Meski pada Mei 2025 ia dibebastugaskan dari jabatan tersebut karena evaluasi internal, kiprah dan pengabdiannya bagi partai serta masyarakat Surabaya tetap menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya.
Kini, suara kritis yang lahir dari ruang redaksi dan kemudian bergema di ruang sidang DPRD itu telah terdiam. Namun jejaknya sebagai jurnalis, politisi, dan pelayan publik akan terus hidup dalam ingatan mereka yang pernah berjalan bersamanya.(*yu)
