suararakyatjatim.com – Suasana santai namun penuh keakraban terasa di kolam pancing Agung Rahayu, Sedati, Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026). Sekretariat DPRD Surabaya bersama Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) menggelar kegiatan mancing mania dengan tema “Seng Penting Bahagia” sebagai ajang silaturahmi sekaligus perkenalan pejabat baru di lingkungan Sekretariat Dewan.
Kegiatan ini diikuti para jurnalis yang sehari-hari meliput di gedung dewan serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Sekretariat.
Tawa dan canda langsung pecah sejak awal acara. Di sela-sela lemparan umpan, peserta saling melontarkan guyonan segar yang membuat suasana semakin cair.
Tak sekadar memancing, panitia juga mengemas kegiatan ini dengan berbagai lomba menarik, mulai dari kategori tercepat, ikan terberat, hingga ikan terkecil. Beragam doorprize pun disiapkan untuk menambah semarak acara.
Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari fraksi PDI-Perjuangan, Budi Leksono, yang turut hadir dan memberikan sambutan, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ruang komunikasi lintas elemen di “rumah bersama” DPRD. Ia menyebut, kebersamaan antara dewan, jurnalis, serta pegawai sekretariat perlu terus dirawat melalui kegiatan santai seperti ini.
“Jangan dilihat dari apa yang kita dapat hari ini, tapi bagaimana kegiatan ini bisa rutin menjadi ajang silaturahmi. Yang penting kebersamaan dan sportivitas,” ujar Buleks, sapaan akrab Budi Leksono, disambut gelak tawa peserta saat ia menyelipkan candaan khas suasana mancing.
Tak hanya itu, Buleks juga memancing semangat peserta dengan lomba “straight” atau adu cepat mengangkat pancing. Ia bahkan menghadiahkan joran pribadinya bagi peserta tercepat. Lomba ini berlangsung seru dan kompetitif, dengan Baut Effendy dari Kampung Berita.Com keluar sebagai pemenang pertama, disusul Awik dan Ahmad dari Sekretariat.
Menjelang akhir acara, panitia kembali membuka kesempatan lomba straight tercepat untuk kategori umum, dan dimenangkan oleh Nur Salam, “Terima kasih banyak, hadiahnya lumayan besar saya dapat Rp. 500.000”, kata Nur pemancing dari Madura.
Ketua panitia, Eko Widodo, menjelaskan bahwa konsep lomba sengaja dibuat variatif agar semua peserta berpeluang menang. “Ada kategori tercepat, terberat, dan terkecil. Jadi semua bisa menikmati, baik yang dapat ikan besar maupun kecil,” katanya.
Salah satu momen paling menarik terjadi saat Andre, jurnalis Harian Bhirawa, berhasil menangkap ikan bandeng seberat 1,6 kilogram—menjadi tangkapan terbesar hari itu. Ia mengaku tidak menyangka bisa meraih hasil tersebut karena awalnya hanya santai berbincang di pinggir kolam.
Sementara itu, Baut Effendy mengaku sempat mengalami “zonk” sebelum akhirnya mendapatkan ikan pertamanya. Baginya, tarikan pertama justru menjadi momen paling berkesan dan memacu semangat.
Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini diharapkan dapat terus digelar secara rutin. Selain mempererat hubungan kerja, momen seperti ini menjadi ruang melepas penat sekaligus membangun kolaborasi yang lebih solid antara DPRD Surabaya dan para jurnalis.(yu)
