Oktober 24, 2021

DPRD: PTM Sekolah Harus Terbatas Dan Bertahap

Surabaya(suararakyatjatim) – Mendekati pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sekolah di Surabaya mulai Senin pekan depan (06/09/21), Komisi D DPRD Kota Surabaya mengingat kan agar PTM dilakukan terbatas dan bertahap.

Ketua Komisi D, Khusnul Khotimah mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi catatan serius untuk pelaksanaan PTM yaitu Satu, terkait asesmen ulang ini sangat penting karena beberap sekolah sebelumnya sudah disulap jadi Rumah Sehat guna menampung warga untuk isoman.

Tapi Rumah Sehat di sekolah kan sudah diambil alih oleh Gugus Tugas Covid-19, dengan menyemprotkan disinfektan ke sekolah memakai mobil PMK. Jadi soal asesmen sudah dilakukan Gugus Tugas.

“Kedua, terlebih dahulu ada uji coba tatap muka, sebelum berlangsungnya PTM Senin pekan depan. Dan Ketiga ini terkait mekanisme dimana PTM harus terbatas dan bertahap. Artinya dilakukan secara bertahap dan pelan-pelan,”ujarnya di Surabaya.

Ia menambahkan, terpenting PTM ini jangan sampai muncul klaster baru dari Covid-19. Oleh karena nya memang Diknas Surabaya harus hati-hati dan bertahap, dalam pelaksanaan PTM di Surabaya pekan depan.

Khusnul, sapaan akrab Khusnul Khotimah kembali mengatakan, meski tenaga pengajar, siswa-siswi sudah divaksin dan siap PTM memang belum tentu mereka yang sudah divaksin tidak terpapar virus.

“Namun sebaik-baik perlindungan adalah pencegahan dini, nah vaksin merupakan pencegahan dini. Kan lebih baik kita mencegah dari pada mengobati, ini yang kita maknakan bahwa sekalipun sudah divaksin Covid-19 kita harus patuh Prokes. Karena potensi terpapar virus memang masih ada,”terang Khusnul kepada suararakyatjatim.com

Ia kembali menjelaskan, jika berdasarkan SKB Empat Menteri bahwa, PTM dilakukan dengan kapasitas 50% dari jumlah siswa, tapi kemudian Walikota Surabaya menyampaikan bahwa, siswa yang ikut PTM hanya 25% sisanya daring.

Disatu sisi, kata Khusnul, Dinkes Surabaya usul hanya 8% saja, jadi misalkan jumlah siswa dalam satu kelas 30 orang lantas dikurangi 25% seperti usulan Walikota Surabaya, ya jadi hanya 8 siswa.

Perlu diketahui, jelas Khusnul, pembelajaran tatap muka hanya empat hari yaitu Senin-Kamis dalam sepekan dan hanya dua jam saja.

“Nanti dikelas juga sudah ada kamera, laptop, LCD Projektor, jadi saat gurunya mengajar, siswa yang daring di rumah juga bisa mengikuti secara live. Jadi sama-sama belajar, Cuma hanya beda tempat saja yang satu di sekolah, satunya di rumah,”tuturnya.

Dirinya kembali menambahkan, PTM ini berdasarkan kesepakatan antara pihak sekolah dengan orang tua wali murid, dengan mengisi formulir setuju atau tidak anak didiknya ikut PTM.

“Jadi PTM ini perlu ada kerjasama semua pihak, tidak hanya pihak sekolah saja,”ungkapnya.(why)

© 2020 Suara Rakyat Jatim.