Surabaya – Kabar duka menyelimuti DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya atas berpulangnya H Haris Barata Wardana yang meninggal dunia pada usia 64 tahun, Jumat (19/6/2026).
Mas Haris ‘Djinggo’,-sapaan akrab rekan sejawat almarhum-, diketahui pernah menjabat Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Wonokromo dan dikenal cukup gigih mempertahankan nilai-nilai perjuangan selama menjadi kader PDI Perjuangan.Tak urung, kepergianya membawa duka mendalam jajaran pengurus DPC PDIP Surabaya.
Sekretaris DPC PDIP Surabaya, H Syaifuddin Zuhri mengaku sangat kehilangan atas kepergian pria yang lahir di Banyuwangi pada 17 April 1962 tersebut. Menurutnya, dedikasi dan loyalitas almarhum sangat patut diapresiasi. Semangat pengabdianya dalam berorganisasi cukup bisa menjadi teladan.
Tak hanya di partai politik, dedikasi almarhum juga dituangkan selama dirinya menjabat sebagai Ketua LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan) Kelurahan Wonokromo, Kecamatan Wonokromo.
”Saya sangat mengenal Mas Haris, beliau orang baik. Loyalitasnya tanpa batas terhadpa organisasi terutama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan kejuangan,” ujar Kaji Ipuk, sapaan karib pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya tersebut, Jumat (17/6/2026).
Kaji Ipuk menambahkan, pengabdian Mas Haris dalam berorganisasi akan selalu dikenang. Hal ini, ujar dia, lantaran almarhum cukup memberi warga dalam sejarah perjalanan organisasi. ”Pasang surutnya organisasi beliau mengalami, dan salam situasai apapun Mas Haris tetap loyal,” ujarnya.
Dia menambahkan, tak hanya loyal dalam berorganisasi, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan. ”Kami sangat kehilangan, semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan khilaf almarhum, menerima seluruh amal ibadah dan pengabdiannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.
Kaji Ipuk berharap keluarga yang ditinggalkan, diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan tersebut. ”Selamat jalan kawan seperjuangan. Dedikasi dan pengabdianmu akan kami ukir dan tetap hidup dalam hati sehingga bisa menjadi motivasi untuk generasi selanjutnya dalam setiap langkah perjuangan,” katanya.(yu)
