suararakyatjatim.com – Etika menjadi landasan utama dalam setiap bentuk kegiatan sosial, termasuk saat berinteraksi langsung dengan anak-anak. Berangkat dari prinsip tersebut, mahasiswa Universitas Ciputra yang tergabung dalam Kelompok Melon melaksanakan kunjungan sosial bertajuk “Smiles & Giggles with St. Beatrix” di Panti Asuhan & Susteran Santa Beatrix Tropodo, Kabupaten Sidoarjo, pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sebagai praktik nyata penerapan etika komunikasi, inklusivitas, dan perlindungan anak. Seluruh rangkaian acara disusun secara terstruktur, edukatif, serta disesuaikan dengan karakteristik peserta yang berjumlah 28 anak dengan rentang usia 3 hingga 18 tahun.
Mahasiswa Universitas Ciputra menyadari bahwa interaksi dengan anak-anak di panti asuhan memerlukan pendekatan yang beretika dan penuh kehati-hatian. Oleh karena itu, kegiatan difokuskan pada pembelajaran nilai-nilai dasar seperti kesopanan dalam berkomunikasi, empati, serta saling menghormati melalui metode yang ramah anak.
Perwakilan Kelompok Melon menyampaikan bahwa aspek etika menjadi perhatian utama sejak tahap perencanaan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap aktivitas tidak hanya menyenangkan, tetapi juga aman, menghargai batasan anak, dan menjunjung nilai-nilai etika dalam berkomunikasi,” jelasnya.
Materi etika komunikasi disampaikan secara sederhana melalui permainan, simulasi percakapan, serta aktivitas kreatif seperti mewarnai dan diskusi ringan. Pendekatan ini bertujuan agar anak-anak dapat memahami nilai etika tanpa tekanan dan paksaan.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan prinsip ramah anak, termasuk pembagian kelompok usia, penggunaan bahasa yang mudah dipahami, serta pemberian kesempatan yang setara bagi setiap peserta untuk berpartisipasi. Panitia juga memastikan suasana kegiatan tetap suportif dan bebas dari unsur diskriminatif.
Salah satu suster pengurus Panti Asuhan St. Beatrix menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami melihat anak-anak merasa nyaman dan dihargai. Pendekatan mahasiswa sangat sopan dan memperhatikan kebutuhan anak-anak,” tuturnya.
Selain itu, kehadiran panitia yang terbatas dan terkontrol turut mendukung terciptanya lingkungan yang aman serta kondusif bagi anak-anak selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UC berharap dapat menanamkan pemahaman bahwa etika komunikasi merupakan bagian penting dalam kehidupan sosial, terutama bagi anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan komunal seperti panti asuhan. Pemahaman tersebut diharapkan dapat meminimalisir konflik, meningkatkan rasa saling menghargai, serta membangun kepercayaan diri anak dalam berinteraksi.
“Kami percaya bahwa pendidikan etika sejak dini dapat membantu anak-anak membangun karakter yang kuat dan siap berinteraksi secara positif di masyarakat,” ungkap salah satu anggota panitia.
Kunjungan sosial ini menjadi wujud komitmen mahasiswa Universitas Ciputra untuk menjalankan kegiatan pengabdian masyarakat yang tidak hanya berdampak secara sosial, tetapi juga bertanggung jawab secara etis. Melalui pendekatan yang ramah anak dan berlandaskan nilai etika, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi seluruh pihak yang terlibat.(yu)
