November 4, 2026

DPRD Surabaya Bantu Warga Lontar Ambil Ijazah Tertahan Karena Nunggak SPP

Surabaya – Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Partai Demokrat Moch Machmud turun langsung membantu siswa SMK Pawiyatan Simo asal Lontar, 

Hillaria Lembayung Putri Adrien, mengambil ijazah yang ditahan sekolahnya, karena menunggak SPP, Senin (2/11/2026).

Cak Machmud, sapaan akrab Moch Machmud menyebut program ini khusus untuk warga Surabaya Barat, Tandes, Sambikerep dan sekitarnya. “Jadi saya memang membantu warga yang ijazahnya itu tidak diberikan sekolah karena mereka tidak bisa membayar SPP sampai dengan lulus, maka ijazahnya ditahan sekolahan,” ujar Machmud, Selasa (3/11/2026).

Dia menjelaskan, bantuan ini berasal dari uang pribadi. Dia bahkan sudah berjanji sejak dilantik bahwa gaji pokoknya akan diserahkan untuk orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anak atau mengambil ijazah.

“Sumbernya dari uang pribadi. Tidak ada campur tangan pemerintah. Makanya enggak pakai rapat, enggak pakai KK, enggak pakai KTP. Hanya bawa keterangan dari sekolah kalau memang nunggaknya sekian. Baru nanti saya ke sekolahannya bayar itu agar bisa dikeluarkan ijazahnya langsung,” jelas dia.

Cak Machmud yang juga Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya ini menyebut prosesnya cepat. Lantas dia menceritakan bahwa informasi awal datang dari RT-RW yang bekerja sama dengannya. Setelah dicek dan dipastikan tidak mampu, pembayaran langsung dilakukan ke sekolah.

“Enggak pakai lama, kita langsung bayar ke sekolahan. Tidak boleh titip uang ke orang tua untuk dibayarkan, enggak boleh,” tegas dia.

Menurut mantan jurnalis ini, ijazah sangat penting untuk masa depan anak. Tanpa ijazah, anak sulit mendapat pekerjaan dan mengangkat ekonomi keluarga.

“Ketika ijazahnya ditahan itu dampaknya sangat besar kepada masa depan anak tersebut. Bayangkan ekonomi keluarga susah, anak tidak punya ijazah dan tidak bisa ngambil. Padahal orang tua menyekolahkan harapannya agar ada peningkatan mutu dengan dibuktikan ijazah,”tutur dia.

Untuk itu, Cak Machmud berharap setelah ijazah di tangan, anak-anak itu bisa mendapat pekerjaan yang lebih baik. Sehingga bisa mengubah ekonomi keluarganya.

Selain pelajar SMK Pawiyatan Simo, siswa mana saja yang telah dibantu mengambil ijazahnya? Cak Machmud mengaku cukup banyak. Di antaranya dari SMA Wahid Hasyim dan SMK Bahari.

Selain SMA/SMK, dia juga membantu siswa SMP atau SD. Meski sekolah negeri gratis, tapi banyak anak tidak mampu membeli seragam, sepatu, tas, buku, pensil dan lain sebagainya.

“Untuk SMP ada juga yang gratis tapi ia tidak mampu beli sepatu, seragam dan lain-lain. Kita ajak ke tokonya agar ia milih sepatu sendiri sesuai seleranya. Lalu kita langsung bayar di tokonya,”ungkap dia.(yu)