Nganjuk – Aksi nyata dan tanpa kompromi ditunjukkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, H. Moh. Shoberi, S.Pd.I. Dikenal sebagai figur yang humble, ramah, dan tak canggung membaur dengan siapa saja, legislator dari Dapil 3 ini langsung bergerak cepat (gercep) begitu menerima aduan warga terkait padamnya Penerangan Jalan Umum (PJU) di akses vital Stasiun Kertosono, Kamis malam (8/10/2026).
Langkah sigap ini bermula dari aduan pengurus RW setempat dan para pemilik warung di Kelurahan Banaran, Kecamatan Kertosono. Sedikitnya terdapat empat titik PJU yang padam mulai dari perempatan SPBU ke arah selatan menuju Stasiun Kertosono, yang sudah sekian lama membikin kawasan tersebut gelap gulita.
Tak sekadar membahayakan pengguna jalan dan calon penumpang kereta api yang datang maupun pergi pada malam hari, kegelapan tersebut juga meredupkan geliat ekonomi para pedagang malam yang menggantungkan pencaharian di sana.
Mendengar jeritan warga dan pedagang kecil, sosok yang akrab disapa Abah Ustadz Shoberi ini tak butuh waktu lama untuk berpikir. Tanpa protokol berbelit, ia langsung meluncur ke lokasi untuk memastikan titik masalah secara presisi, lalu menelepon dan berkoordinasi langsung dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Nganjuk.
”Sebagai wakil rakyat, kita tidak boleh menunda-nunda kalau menyangkut kenyamanan dan keselamatan warga. Begitu ada laporan dari Pak RW dan para pedagang malam, saya cek langsung titik lokasinya. Alhamdulillah, tim Dishub Nganjuk merespon sangat cepat dan langsung melakukan perbaikan malam ini juga,” ujar Abah Shoberi di lokasi dengan gaya tutur santun yang menjadi ciri khasnya.
Politisi senior yang juga menjabat Ketua DPD PKS Nganjuk ini menegaskan, akses lalu lintas di kawasan stasiun harus senantiasa terang dan aman karena roda ekonomi masyarakat di perbatasan Nganjuk timur ini berputar hingga larut malam.
”Kalau jalannya terang benderang, warga yang jualan malam merasa tenang dan nyaman mencari nafkah, pengguna jalan selamat, dan calon penumpang kereta api pun merasa aman. Semua ini demi lingkungan yang lebih kondusif untuk masyarakat,” pungkasnya.
Respons kilat yang berpadu dengan pendekatan humanis dari Abah Ustadz Shoberi ini dibanjiri apresiasi oleh warga dan pedagang di Kelurahan Banaran. Mereka mengaku bangga memiliki wakil rakyat yang mau mendengar, siap diajak berdiskusi tanpa sekat, serta tanggap menyelesaikan masalah di lapangan.(*yu)
