Juni 21, 2021

Kecam Tindakan Kekerasan, Fraksi PKB: BPB Linmas Segera Minta Maaf Terhadap Petinggi MUI Jatim

Surabaya (suararakyatjatim) – Pimpinan DPRD Kota Surabaya mengacam keras tindakan oknum petugas Badan Penanggulangan Bencana Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) dalam menangani kasus tawuran remaja di kawasan Dupak Grosir, Bubutan, Kota Surabaya, pada Rabu (14/04/2021) dini hari, yang lalu.

Pasalnya, dugaan tidak pidana kekerasan yang dilakukan oknum petugas BPB Linmas kepada salah satu remaja berinisial FA (15 tahun) yang merupakan putra dari KH. Rasyidi, Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jatim. Sontak mendapat reaksi keras dikalangan DPRD Kota Surabaya dari fraksi PKB, Laila Mufidah.

Laila Mufidah Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya sekaligus pokitisi perempuan dari Fraksi PKB Surabaya ini, mengecam keras atas tindakan kekerasan oleh oknum petugas Linmas Surabaya.

“Saya mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakuakn petugas BPB Linmas tersebut. Oleh karenanya, saya meminta agar Kepala BPB Linmas untuk meminta maaf dan menemui KH. Rasyidi,” kata Laila saat dimintai keterangan atas kasus tindak kekerasan tersebut, Minggu (Soroti/04/2021).

Pak Irvan selaku Kepala BPB Linmas sebaiknya menemui KH Rasyidi, biar kasus ini tidak berkepanjangan dan melebar sehingga menimbulkan multi tafsir yang berbeda-beda.

Seperti diketahui, petugas BPB Linmas diduga telah melakukan tindakan kekerasan berupa pengeroyokan dan penganiayaan terhadap siswa SMP di Surabaya.

Remaja FA yang menjadi korban salah sasaran dalam penertiban tawuran tersebut merupakan anak dari Bendahara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur K.H. Rasyidi.

Lanjut Laila, kehadiran kepala BPB Linmas ke kantor PWNU Jatim adalah hal yang baik, selain juga menambah silaturahmi di bulan Ramadan ini.

”Jika upaya islah dilakukan oleh petugas BPB Linmas dengan mendatangi kantor PWNU Jatim itu baik dan akan lebih baik lagi, jika pak Irvan selaku Kepala BPB Linmas juga hadir mendapingi anak buahnya,” saran Laila.

Laila menambahkan, bahwa selama ini pak Irvan juga sangat tanggap dalam mengatasi persoalan keamanan dan kenyamanan kota.

“Adanya salah sasaran apalagi hingga tindakan kekerasan tetap tidak dibenarkan. Bahwa pasukan Linmas dalam menyelesaikan permasalahan tidak diperkenankan melakukan tindakan anarkis, apalagi pada anak-anak remaja,” tegasnya.

Ia berharap semoga persoalan tersebut segera tuntas dan berujung baik dengan tetap dilakukan evaluasi untuk perbaikan ke depannya, utamanya kepada oknum Linmas terkait.

Sementara, pengurus PWNU Jatim dan MUI Jatim K.H. Rasyidi sebelumnya menceritakan pada Rabu (14/4) dini hari sekitar pukul 01.32 WIB, putranya FA pamitan berkumpul dengan teman sebayanya di kawasan Jalan Gundih IV. Mereka kemudian memutuskan untuk bermain bola di kawasan Dupak Grosir.

Tanpa diketahui FA dan teman-temannya, di Jalan Raya Dupak Grosir terjadi tawuran. FA dan temannya pun menghindar dan ternyata tidak lama, ada pasukan Linmas yang melakukan penertiban sekaligus pengejaran kepada anak-anak muda yang sedang tawuran tersebut.

Situasi menjadi tegang, sejumlah orang dan remaja yang tidak terlibat tawuran pun ikut panik, termasuk FA dan teman-temannya. Mereka kemudian ikut lari.

Saat akan lari, FA mendapati pengendara sepeda motor yang tengah melintas. Ia bersama dua temannya langsung menumpang kepada pengendara motor tidak dikenal itu.

FA terjatuh ketika motor yang ditumpanginya melintasi gundukan polisi tidur. Ia terseret motor hingga terluka di bagian lutut. Melihat itu, petugas Linmas yang mengejar dan berhasil meringkus FA.

Namun, Rasyidi menyayangkan petugas Linmas saat meringkus FA dengan kasar. Bahkan, petugas membenturkan kepala FA ke bagian belakang motor trail yang terbuat dari besi.

“Akibatnya, wajah anak saya lebam dan terluka cukup serius,” kata Rasyidi seperti dilansir dari media online ANTARA

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya Irvan Widyanto belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui ponselnya terdengar nada dering, namun tidak diangkat.(why)

© 2020 Suara Rakyat Jatim.