Surabaya – Bulan Bung Karno adalah sebutan untuk bulan Juni yang diperingati sebagai momen refleksi dan penghormatan atas jasa-jasa Ir. Soekarno. Bulan ini sangat erat kaitannya dengan Sang Proklamator karena memuat tiga tanggal bersejarah:
* 1 Juni 1945: Hari Lahirnya Pancasila, yang pidatonya pertama kali dicetuskan oleh Soekarno.
* 6 Juni 1901: Hari kelahiran Ir. Soekarno.
* 21 Juni 1970: Hari wafatnya Ir. Soekarno.
Selama periode ini, H. Budi Leksono, S.H., mengajak seluruh lapisan masyarakat menggaungkan semangat perjuangan bangsa Indonesia untuk meneladani nilai-nilai perjuangan Bung Karno, karena di Bulan Bung Karno ini merupakan ruang batin untuk merawat ingatan kolektif bangsa.
“Bung Karno tidak hanya mewariskan kemerdekaan, tetapi juga mewariskan jiwa-jiwa yang berani bermimpi besar, berpikir melampaui zamannya, dan bertindak demi seluruh kepentingan rakyat,” katanya, Senin (08/06/2026).
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya yang biasa akrab disapa Haji Buleks ini menuturkan, sejarah mencatat bahwa jalan perjuangan Bung Karno ditempa oleh berbagai dinamika. Namun justru dari keterbatasan itulah lahir gagasan besar tentang Indonesia merdeka yaitu bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Melalui Bulan Bung Karno ini tidak sekedar hanya mengenang, tetapi menghidupkan kembali api perjuangan itu dalam tindakan nyata di dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Dengan semangat yang diusung dalam peringatan tahun ini, Haji Buleks juga mengajak semua masyarakat untuk menjadikan perjuangan Bung Karno sebagai kesadaran hidup. Sebagai energi yang menggerakkan pikiran, membentuk karakter dan menuntun arah pembangunan.
“Ini sejalan dengan visi misi pembangunan Pemerintah Kota untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera,” jelasnya.
Berpijak pada nilai-nilai tersebut, Haji Buleks mengatakan, harus diteguhkan untuk menata kehidupan dengan kesadaran yang utuh.
“Dalam kesadaran inilah, kita melangkah bersama untuk merawat kesinambungan warisan leluhur serta meneguhkan arah masa depan yang berdaulat dan bermartabat,” tambahnya.
Dalam momentum Bulan Bung Karno ini, Haji Buleks pun merangkul seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk memperkuat kapasitas diri, memperluas wawasan, serta membangun karakter yang tangguh dan berdaya saing.
“Karena masa depan sangat ditentukan oleh kualitas manusianya hari ini, dan tata kehidupan masyarakat hendaknya terus ditopang oleh nilai-nilai kearifan lokal yang telah mengakar kuat sebagai jati diri,” terangnya.
Menurut Haji Buleks, dalam sebuah kebersamaan, rasa saling menghormati, dan keselarasan dalam bertindak bukan sekadar simbol budaya, melainkan fondasi sosial yang kuat menjaga keutuhan Kota Surabaya.
“Kita tidak boleh kehilangan semangat kebersamaan dalam dinamika zaman yang terus bergerak ini. Semangat bekerja bersama, saling menguatkan, gotong royong dan berbagi tanggung jawab harus tetap menjadi jalan utama dalam setiap upaya pembangunan masa depan Kota Surabaya. Oleh karena itu, dalam Bulan Bung Karno ini mari selalu kita kobarkan dan selalu kita gaungkan semangat perjuangan bangsa Indonesia di Kota Pahlawan ini,” pungkasnya.(yu)
