Juni 9, 2026

Dolar Meroket, Faris Abidin Desak Pemkot Surabaya Lakukan Penyesuaian Harga Demi Selamatkan Proyek Publik

Surabaya – Lonjakan harga material bangunan akibat menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai berdampak pada sektor pembangunan di Kota Surabaya.

Menanggapi keresahan para kontraktor yang mulai menahan pengerjaan proyek, Anggota DPRD Kota Surabaya, Faris Abidin, bergerak cepat mendorong langkah taktis dari pemerintah kota.

​Faris menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus segera mengambil kebijakan penyesuaian harga (price adjustment) pada kontrak-kontrak kerja sama yang sedang berjalan. Langkah progresif ini dinilai krusial agar proyek infrastruktur publik tidak mangkrak di tengah jalan.

​“Kami melihat harus ada yang namanya penyesuaian harga yang dilakukan oleh pemerintah kota terkait pekerjaan yang dikerjakan. Hal ini bisa menjadi sebuah pertimbangan agar pengerjaan bisa lebih lancar dan penyelesaiannya bisa dipercepat,” ujar Faris Abidin saat ditemui di gedung dewan.

Selain faktor meroketnya harga material, Faris mengidentifikasi bahwa kendala utama di lapangan adalah masalah perputaran modal (cash flow) para mitra kerja. Mekanisme pembayaran termin oleh Pemkot yang dinilai membutuhkan waktu panjang, kini semakin membebani kontraktor di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.

​Oleh karena itu, Faris memandang penyesuaian harga dan opsi alokasi dana cadangan daerah perlu segera didiskusikan demi menjaga kelangsungan pembangunan daerah.

​“Kondisi geopolitik saat ini sedang tidak dalam keadaan baik, sehingga langkah-langkah solutif perlu dicoba dan dilakukan. Pemerintah harus sigap dan cerdas dalam menghadapi situasi saat ini,” tuturnya dengan nada optimistis.

Anggota dewan yang dikenal solutif ini juga mewanti-wanti jangan sampai fluktuasi ekonomi global mengorbankan proyek-proyek strategis yang menyentuh langsung kepentingan warga, seperti penanganan banjir dan perbaikan jalan.

​Ia mencontohkan rencana ambisius Pemkot Surabaya tahun ini untuk menambah sekitar 15 rumah pompa baru, serta kelanjutan megaproyek seperti Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) dan flyover Taman Pelangi. Menurut Faris, semua rencana yang sudah disusun di awal tahun harus tetap terealisasi secara maksimal.

​“Kami harus yakin dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Jika ada kendala, kuncinya adalah ruang diskusi dan komunikasi antara Pemkot dan DPRD untuk mencari jalan keluar bersama,” tambah Faris.

​Lebih lanjut, Faris menyatakan pihak legislatif siap duduk bersama melakukan kajian mendalam terkait efektivitas anggaran belanja daerah di tengah dinamika nilai mata uang saat ini.

​“Kita akan kaji lagi bersama-sama, apakah anggaran yang ada saat ini masih cukup atau butuh penyesuaian. Kalau kurang, kita carikan formulasinya melalui komunikasi dan diskusi yang konstruktif,” pungkasnya.(yu)