Surabaya – Ketua Santri Milenial Surabaya, Muhammad Ayatullahil Ulya, memohon dan mengharap seluruh pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di semua tingkatan untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap khidmah organisasi dengan mengedepankan kemaslahatan jam’iyah dan jamaah di atas segala kepentingan lainnya.
menilai dinamika yang berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) harus dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pengurus dalam menjaga marwah organisasi. Menurutnya, berbagai pandangan yang muncul, termasuk dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), perlu disikapi secara bijaksana sebagai bagian dari ikhtiar memperbaiki dan memperkuat jam’iyah.
Menurutnya, dinamika yang berkembang menjelang Muktamar NU ke-35 merupakan hal yang wajar dalam organisasi besar. Namun, seluruh pengurus diharapkan tetap menjadikan Khittah Nahdlatul Ulama sebagai pedoman utama dalam menjalankan amanah organisasi.
“Kami mengajak seluruh pengurus NU di semua tingkatan agar senantiasa melihat realitas jam’iyah untuk kemaslahatan jamaah. Kepentingan organisasi harus berada di atas kepentingan pribadi, kelompok, golongan, maupun latar belakang partai politik. NU adalah rumah besar umat yang harus dijaga independensi, marwah, dan persatuannya,” ujar Muhammad Ayatullahil Ulya.
Ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap dinamika yang berkembang menjelang Muktamar NU ke-35. Menurutnya, sangat disayangkan apabila terdapat oknum-oknum yang lebih sibuk menunjukkan dukungan kepada bakal calon Ketua Umum PBNU dibanding menjalankan tugas utama sebagai pelayan umat.
Sangat disayangkan apabila dalam dinamika menjelang Muktamar NU ke-35 berkembang kekhawatiran di kalangan sebagian pengurus bahwa posisi atau amanah jabatan di berbagai tingkatan Nahdlatul Ulama dapat terpengaruh oleh pilihan politik terhadap bakal calon Ketua Umum PBNU. Budaya seperti ini tidak mencerminkan nilai-nilai ke-NU-an dan berpotensi menggeser orientasi pengurus dari khidmah kepada umat menjadi orientasi mempertahankan jabatan. Nahdlatul Ulama harus tetap menjadi organisasi yang menjunjung independensi, profesionalitas, dan kemaslahatan jam’iyah serta jamaah di atas kepentingan individu maupun kelompok.(*mad)
